Tutorial Cara Penggunaan Toilet di Pesawat
Perjalanan pesawat dari Indonesia ke Arab Saudi untuk haji atau umrah berkisar 8-10 jam, tergantung berangkat dari bandara mana. Selama durasi perjalanan tersebut, sebagian besar jamaah pasti berhajat buang air kecil. Di dalam pesawat, sudah tersedia lavatory atau toilet. Biasanya ada di bagian depan atau belakang pesawat.
Penggunaan toilet di pesawat tentu berbeda dengan toilet di darat. Terutama, akibat persediaan air yang terbatas, tidak sebanyak toilet di darat.
Karena itu penting untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan toilet di pesawat.
Berikut ini cara penggunaan toilet di pesawat, dikutip dari tutorial video Youtube channel Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan:
- Pastikan tanda lampu sabuk pengaman pesawat telah mati.
- Sebelum masuk toilet, perhatikan tanda di pintu toilet.
- Jika warna merah dan tertulis “Occupied”, artinya di dalam masih ada orang. Jika waran hijau dan tertulis “Vacant”, toilet tengah kosong.
- Selama di toilet dilarang merokok.
- Dorong perlahan pintu toilet, dan kunci.
- Ambil kertas toilet, dan buang kertas kecilnya ke tempat sampah.
- Kertas toilet letakkan di atas closet, gunakan tisu toilet sebagai pengganti air untuk membilas.
- Buang tisu dan kertas toilet ke tempat sampah.
- Tekan tombol warna biru dengan tulisan “Push”.
Mencuci tangan setelah menggunakan toilet, gunakan kran yang ada di wastafel. Kran menggunakan sensor, sehingga cukup letakkan tangan dekat kran, air akan mengucur.
Tips Tambahan
- Adab Ihram: Boleh melepas pakaian ihram (jika ada yang terbuka) sebentar di toilet untuk buang hajat, lalu kenakan kembali dengan niat yang benar.
- Wudhu: Wudhu bisa dilakukan di wastafel toilet pesawat, karena intinya cuci tangan dan wajah, tidak masalah untuk mengusap kepala.
- Kebersihan: Selalu jaga kebersihan karena digunakan banyak orang, terutama saat umroh.
